Berdasarkan sensus penduduk pada September 2020 tercatat jumlah penduduk di Indonesia adalah sebesar 200,20 juta jiwa dan pertumbuhan penduduk seiring bertambahnya tahun akan terus meningkat. Pembangunan gedung dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan keterbatasan lahan. Di Indonesia terdapat peraturan dan standar dalam membangun dan mendesain bangunan tahan gempa. yaitu SNI 7860:2020 tentang ketentuan seismik untuk bangunan gedung baja struktural. Standar ini mengacu pada AISC 341-16 Specification for Structural Steel Buildings. Peraturan ini dikhususkan untuk menjamin bangunan gedung baja tidak runtuh akibat beban gempa yang kuat. Melalui peraturan-peraturan tersebut diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kerusakan pada struktur bangunan dan menelan korban jiwa saat terjadi gempa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dari tiap tipe dan mengetahui mana yang paling efisien dalam menahan beban terutama beban gempa. Penelitian ini merupakan gedung 10 lantai yang difungsikan sebagai hotel dan berlokasi di Pasuruan, Jawa timur. Berdasarkan perbandingan hasil simpangan pada kedua struktur tersebut, maka simpangan yang paling besar terjadi pada struktur yang menggunakan tipe bresing V-Braced dengan selisih simpangan yang terjadi pada kedua struktur di arah X adalah 10.57 % dan di arah Y adalah sebesar 15.62 %.
Copyrights © 2024