Penelitian ini mengkaji pengelolaan pasien Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) dengan fokus pada trombositopenia menggunakan pola Gordon dan metode Problem Solving Learning. Diagnosa keperawatan untuk pasien ke-1 dan ke-2 menunjukkan perbedaan berdasarkan keluhan masing-masing pasien. Perencanaan intervensi melibatkan penggunaan jus angkak dan sari kurma, dengan pemberian jus angkak 3x200 ml dan sari kurma 3x2 SDM setiap hari sebagai tindakan utama. Evaluasi selama 4-5 hari menunjukkan perbaikan kondisi yang signifikan sesuai dengan fase penyakit DHF, mengindikasikan efektivitas intervensi dalam mengelola trombositopenia dan mencegah komplikasi. Kesimpulannya, intervensi terapi komplementer jus angkak dan sari kurma memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan dan penurunan trombosit pada pasien DHF.
Copyrights © 2024