Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media
Vol 7, No 1 (2024): NETWORK MEDIA

TRASH TALKING SEBAGAI PERSONAL DIGITAL BRANDING DI MEDIA SOSIAL TIKTOK

Sapari, Yusuf (Unknown)
Suhara, Rizki Budhi (Unknown)
Sofyan, Muhammad Andi (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2024

Abstract

Pengguna aplikasi Tiktok di dunia menghabiskan rata-rata waktu 90 menit per hari untuk mengakses Tiktok dan lebih dari 8 kali sehari membuka aplikasi Tiktok dengan pengguna aktif sebesar 60% berusia 16-24 tahun, 26% berusia 25-44 tahun, 80% berusia 16-34 tahun yang terdiri dari pengguna berjenis kelamin perempuan sebesar 60% dan laki-laki sebesar 40%. Kemunculan tiktok pada awalnya adalah aplikasi yang dibuat sebagai wadah untuk mengeksplorasi kreativitas pengguna tiktok melalui konten video yang menarik dan menghibur. Tiktok merupakan aplikasi unggah video yang menyediakan berbagai fitur bagi penggunanya untuk dapat mengedit dengan sticker, filter, teks, dan menambahkan music pada video, sehingga memungkinkan bagi penggunanya untuk menciptakan kreativitas mereka masing-masing. Tiktok menjadi media hiburan yang menarik karena menyajikan konten video berdurasi 15 detik, 30detik, 1 menit, 3 menit, hingga 5 menit. Hingga sekarang pengguna aplikasi tiktok mengatakan bahwa mereka merasakan kesenangan dan kepuasaan saat menggunakan tiktok. Tante Lala merupakan salah satu Tiktokers yang terkenal dengan gaya komunikasi di media social menggunakan trash talking. Akun@tantelalapunyacerita memiliki jumlah followers lebih dari 3 juta pada akun tiktok. Jumlah endorsement (istilah pemasaran menggunakan jasa influencer) juga ikut meningkat seiring viralnya konten trash talking milik Tante Lala di media social tiktok. Hal tersebut merupakan bagian yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berfokus kepada konten trash talking TanteLala melalui aplikasi Tiktok sebagai gaya baru personal digital branding seorang influencer di media sosial. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan personal digital branding pada akun tiktok @tantelalapunyacerita sebagai viralitas konten serta motivasi followers TanteLala menjadikan konten trash talking pada akun TikTok @tantelalapunyacerita viral. Dengan menggunakan teori – teori media sosial, personal digital branding dan trash talking. Metode penelitian yang digunakan yakni etnografi virtual. Hasil dan pembahasannya adalah Ruang media dalam personal digital branding dan trash talking sebagai konten youtube dan Instagram Tante Lala. Dokumen media dalam personal digital branding video tutorial make-up dan kecantikan, serta video konten outfit dan gayanya sedangkan dalam trash talking pada video konten kata-kata kasar dan makian. Objek media dalam personal digital branding produk kecantikan dan fashion dengan penggemar yang diajak interaksi sedangkan dalam trash talking adalah lawan yang di-trash talk dan Followers yang diajak trash talking. Pengalaman inspirasi dalam personal digital branding tentang make-up dan fashion sehingga berkesan percaya diri dan blak-blakan sedangkan dalam trash talking adalah hiburan dari trash talking yang berkesan kontroversial dan berlebihan. Kesimpulannya yakni personal digital branding yang dibangun Tante Lala melalui kontennya mencakup berbagai konsep. Trash talking yang dibuat oleh Tante Lala di akun TikToknya @tantelalapunyacerita menjadi viral karena mampu memenuhi hasrat para followersnya untuk mengkritik dan menjelek-jelekkan orang lain. 

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

junetmedia

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal ini berisi artikel ilmiah tentang Ilmu Komunikasi. Jurnal Network Media diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa Medan dengan ISSN : 2569-6446 dan E-ISSN : 2722-9319. Semoga Jurnal ini memberikan informasi bagi masyarakat ...