Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GAYA KOMUNIKASI DRAMA RADIO “MEMILIH UNTUK BANGSA” RRI CIREBON Machsunah, Uun; Auliyah, Mim Atiq; Suhara, Rizki Budhi
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 3 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v3i1.397

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui gaya komunikasi  dan komunikasi verbal dan nonverbal  pengisi suara drama Radio Republik Indonesia (RRI) Cirebon  dengan  menganalisis dua aspek, yakni pengisi suara sebagai tokoh dan pengisi suara ketika sedang dan akan berkomunikasi dengan sesama rekan sejawat sebelum  tampil dalam  drama radio. Penelitian  menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan  cara observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil  penelitian yang didapatkan:  semua informan dalam memerankan tokoh drama radio memiliki gaya komunikasi bervariasi atau gabungan dari berbagai macam gaya komunikasi, yakni: dominan, dramatis, kontroversial, animasi, santai, atentif, dan bersahabat.   Komunikasi verbal yang digunakan adalah bahasa Indonesia, Jawa Cirebon, Jawa Tegal, dan Bahasa Sunda. Komunikasi nonverbal berupa jabat tangan, jarak antara pemain, dukungan  lighting, peralatan perekam, dan pencahayaan.
TRASH TALKING SEBAGAI PERSONAL DIGITAL BRANDING DI MEDIA SOSIAL TIKTOK Sapari, Yusuf; Suhara, Rizki Budhi; Sofyan, Muhammad Andi
Jurnal Network Media Vol 7, No 1 (2024): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v7i1.4086

Abstract

Pengguna aplikasi Tiktok di dunia menghabiskan rata-rata waktu 90 menit per hari untuk mengakses Tiktok dan lebih dari 8 kali sehari membuka aplikasi Tiktok dengan pengguna aktif sebesar 60% berusia 16-24 tahun, 26% berusia 25-44 tahun, 80% berusia 16-34 tahun yang terdiri dari pengguna berjenis kelamin perempuan sebesar 60% dan laki-laki sebesar 40%. Kemunculan tiktok pada awalnya adalah aplikasi yang dibuat sebagai wadah untuk mengeksplorasi kreativitas pengguna tiktok melalui konten video yang menarik dan menghibur. Tiktok merupakan aplikasi unggah video yang menyediakan berbagai fitur bagi penggunanya untuk dapat mengedit dengan sticker, filter, teks, dan menambahkan music pada video, sehingga memungkinkan bagi penggunanya untuk menciptakan kreativitas mereka masing-masing. Tiktok menjadi media hiburan yang menarik karena menyajikan konten video berdurasi 15 detik, 30detik, 1 menit, 3 menit, hingga 5 menit. Hingga sekarang pengguna aplikasi tiktok mengatakan bahwa mereka merasakan kesenangan dan kepuasaan saat menggunakan tiktok. Tante Lala merupakan salah satu Tiktokers yang terkenal dengan gaya komunikasi di media social menggunakan trash talking. Akun@tantelalapunyacerita memiliki jumlah followers lebih dari 3 juta pada akun tiktok. Jumlah endorsement (istilah pemasaran menggunakan jasa influencer) juga ikut meningkat seiring viralnya konten trash talking milik Tante Lala di media social tiktok. Hal tersebut merupakan bagian yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berfokus kepada konten trash talking TanteLala melalui aplikasi Tiktok sebagai gaya baru personal digital branding seorang influencer di media sosial. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan personal digital branding pada akun tiktok @tantelalapunyacerita sebagai viralitas konten serta motivasi followers TanteLala menjadikan konten trash talking pada akun TikTok @tantelalapunyacerita viral. Dengan menggunakan teori – teori media sosial, personal digital branding dan trash talking. Metode penelitian yang digunakan yakni etnografi virtual. Hasil dan pembahasannya adalah Ruang media dalam personal digital branding dan trash talking sebagai konten youtube dan Instagram Tante Lala. Dokumen media dalam personal digital branding video tutorial make-up dan kecantikan, serta video konten outfit dan gayanya sedangkan dalam trash talking pada video konten kata-kata kasar dan makian. Objek media dalam personal digital branding produk kecantikan dan fashion dengan penggemar yang diajak interaksi sedangkan dalam trash talking adalah lawan yang di-trash talk dan Followers yang diajak trash talking. Pengalaman inspirasi dalam personal digital branding tentang make-up dan fashion sehingga berkesan percaya diri dan blak-blakan sedangkan dalam trash talking adalah hiburan dari trash talking yang berkesan kontroversial dan berlebihan. Kesimpulannya yakni personal digital branding yang dibangun Tante Lala melalui kontennya mencakup berbagai konsep. Trash talking yang dibuat oleh Tante Lala di akun TikToknya @tantelalapunyacerita menjadi viral karena mampu memenuhi hasrat para followersnya untuk mengkritik dan menjelek-jelekkan orang lain. 
PENGARUH NARSISME MAHASISWA TERHADAP KEPUASAN MENGGUNAKAN APLIKASI TIKTOK Sapari, Yusuf; Suhara, Rizki Budhi; Alfionita, Monica
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2023.19.2.7919

Abstract

The TikTok application is used by users to upload videos of themselves which are then shared with other users of the TikTok application. This application is a music player that uses lip-sync technology and has a maximum play time of 15 to 60 minutes. In 2018 the most applications were submitted for TikTok, totaling 45.8 million. This includes apps like YouTube, Instagram, Whatsapp, Twitter, Facebook and Messenger. This study aims to examine the effect of student narcissism on satisfaction using the tiktok application. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 60 respondents. Data analysis used normality test, linearity test, simple linear regression test, coefficient of determination (R2). In order to get the right results, it is done by testing the hypothesis (t). The t test aims to determine the effect of each narcissism variable (X) significantly on the satisfaction variable (Y). The results showed that accepting all hypotheses namely student narcissism (X) has a significant linear effect on satisfaction (Y). If X1 is not carried out, student narcissism towards satisfaction using the TikTok application will experience dissatisfaction. Conversely, if X1 is carried out, student narcissism towards satisfaction using the TikTok application will experience increased satisfaction.
ETIKA KOMUNIKASI DALAM KOMENTAR NETIZEN DI YOUTUBE: Studi Etnografi Virtual pada Konten Live Sidang Ijazah Palsu Berlanjut Rocky Gerung Jadi Saksi Ahli di Youtube Refly Harun dan Konten Refly Harun Mencium Bau Intimidasi Soal Gugatan Penundaan Pemilu 2024 di YoutubetvOneNews Sapari, Yusuf; Suhara, Rizki Budhi; Riaeni, Ida; Suherman, Suherman
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 18 No. 02 (2024): Volume 18 No 02 Juli-Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v18i2.6142

Abstract

Advances in technology and the internet have not only given rise to new media but have become a human need to interact and socialize, one of which is communication technology innovation in the form of social media. With social media that can be accessed by the wider community, people in villages and cities also get the same information about education, technology, knowledge and so on. The development of the use of social media as a means of communication is increasingly rapid after the internet can be accessed via cell phones, even now people can access it anytime, anywhere using a smartphone or the term gadget has emerged which makes it easier for people to access it anywhere and anytime without any time limits. Good communication ethics in consuming social media and in accordance with Islamic teachings are not to use harsh words, pornography, or "SAR" issues and do not post false articles or statuses, which will later cause conflict, and do not post articles or statuses that are not true. or images that are copyrighted. There are many theories that explain the ethics of using social media, namely being able to use correct language, be polite, not insult people and not engage in body shaming. The aim of this research is to determine communication ethics in netizen comments on the live content of the fake diploma trial continuing with Rocky Gerung becoming an expert witness on Refly Harun's Youtube and Refly Harun's content smelling of intimidation regarding the lawsuit for postponing the 2024 Election on Youtube tvOneNews. The theory used is communication ethics with Cyber ​​Media Analysis (AMS). The method in this research is a qualitative virtual ethnographic approach. The results and conclusions of this research are the essence of communication ethics in netizen comments on YouTube, namely as a process in conveying messages from the communicator to the communicant with intent and meaning. This means that in conveying the message there needs to be ethics or rules. This is so that the communication message to be conveyed has the same meaning for both the communicator and the communicant. YouTube Refly Harun and tvOneNews, namely the existence of video content which of course has informative benefits and goodness. It also contains basic elements, namely faith, sharia, broadcasting and good morals. Keywords :Communication Ethics, Virtual Ethnography, Cyber ​​Media Analysis, Netizens, Youtube
FENOMENA PENGGEMAR ALTERNATIVE UNIVERSE DI TWITTER (STUDI FENOMENOLOGI PADA FANGIRL PENGGEMAR AU DI TWITTER) Sapari, Yusuf; Suhara, Rizki Budhi; Ri’aeni, Ida; Rahma, Shafira
Jurnal Network Media Vol 8, No 1 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i1.5333

Abstract

Korean Wave merupakan sebuah budaya yang berasal dari Korea Selatan dan istilah yang diberikan persebaran budaya pop Korea Selatan secara global di seluruh dunia, tanpa terkecuali Indonesia. Fenomena yang kemudian terjadi yakni merebaknya fans K-Pop, baik fangirl maupun fanboy yang membentuk sebuah fandom. Penggemar juga melakukan banyak hal untuk memenuhi kebutuhannya sebagai seorang penggemar terhadap apa yang digemari. Misalnya mendengar, menonton, mencari informasi, ataupun membaca terkait tentang apa yang di gemari. Salah satu contoh karya yang saat ini merebak di kalangan fans K-Pop terutama fangirl adalah Alternative Universe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai motif dan tipe fangirl penggemar Alternative Universe di twitter. Setiap penggemar AU di twitter, memiliki motif-motif tertentu yang menjadi alasan sebab dan tujuan seseorang untuk bertindak. Dalam penelitian ini, penelti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi milik Alfred Schutz. Teori milik Alfred Schutz ini menggolongkan motif menjadi dua yaitu : 1) Motif Sebab (Because of Motive) yang merujuk pada pengalaman masa lalu seseorang yang menjadi pendorong seseorang melakukan sesuatu, dan 2) Motif Tujuan (In Order to Motive) yang merujuk pada harapan di masa mendatang. Hasil penelitian ini menunjukkan Motif Sebab terdapat tiga motif yang menjadi alasan yaitu motif aktivitas konsumsi penggemar, dimana sebagai fangirl K-Pop, informan menggemari AU untuk memenuhi kepuasan dan kebutuhannya sebagai penggemar. Motif hobi, menggemari AU sudah menjadi hobi informan dalam mengisi waktu luangnya, dan motif pengalaman baru. Berdasarkan Motif Tujuan terdapat tiga motif yang menjadi tujuan yaitu motif mendapatkan hiburan, karena AU sendiri memiliki banyak ragam genre dan cerita menarik yang dapat menghibur informan. Motif menambah wawasan, selain menghibur AU juga menjadi media edukasi bagi informan seperti menambah perbendaharaan kata dan sebagainya. Alasan ketiga, motif meningkatkan kreativitas. Terkait tipe penggemar, terdapat dua tipe yaitu penggemar pasif, dimana penggemar hanya melakukan konsumsi seperti menonton, mendengar, dan membaca terkait kegemarannya. Selanjutnya penggemar aktif, dimana penggemar juga ikut melakukan produksi atau membuat sebuah karya terkait kegemarannya seperti AU.Kata Kunci: Motif, Tipe, Penggemar, Alternative Universe
Digitalisasi Hubungan Masyarakat Melalui Implementasi Pelayanan Publik Berbasis E-Government Suhara, Rizki Budhi; Sapari, Yusuf; Laksana , Medika Oga
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i7.4530

Abstract

Public Relations (PR) at the Communication and Information Service (Diskominfo) of Cirebon Regency in the Field of Information and Public Communication (IKP) has an important role in the progress of the development of e-Government services. The Public Relations of the Cirebon Regency Diskominfo is the party that provides materials (data and information) to be published to all people of Cirebon Regency. In addition, it has an important role in efforts to organize public service activities, provide information and communication, restructure relations with the community, foster relationships with other Regional Apparatus, and enable the transformation of society in the digital era. In optimizing the existence of Public Relations of the Cirebon Regency Diskominfo as an extension of the Regional Government, it has the responsibility to ensure that every public service provided is the best service and able to meet the expectations of the people of Cirebon Regency. The method in this study is qualitative as described. Using data sources in this study, namely primary data and secondary data. Primary data is the main data collected directly in the field as well as documentation studies. Primary data observation of the Cirebon Regency Communication and Information Office in Digital Public Relations activities through the development of e-Government. Secondary data is supporting data from various written literature related to the research topic. The results of this study outline that the use of websites and social media. The emergency services of the 112 call center and the adoption of Artificial Intelligence (AI) technology are long-term plans to improve the effectiveness of services. Furthermore, to provide the best experience for all people in Cirebon Regency. The cirebonkab.go.id website is the official website of the Cirebon Regency government one data portal operated by the Public Relations staff for Information and Public Communication. The Public Relations Officer has the task and responsibility of providing materials (data and information) obtained from various Regional Apparatus in Cirebon Regency to be published on the website. Then, coordinate with other fields of work, one of which is the Statistics, Cryptography, and e-Government Sector as parties who have duties and responsibilities in managing service data on the website. Evaluation activities are materials to analyze data on the performance of the services provided and to measure the level of community satisfaction in Cirebon Regency. In addition, it helps in identifying factors that can affect the implementation of service activities, both from internal and external agencies/institutions.