Diantara KPI (Key Performance Indicator) dari PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lhokseumawe adalah penjualan tenaga listrik yang merupakan sumber pendapatan bagi perusahaan. Salah satu cara untuk melakukan pencatatan guna mengamankan penjualan tenaga listrik yaitu dengan pencapaian End of Billing (EoB) 100%. Banyak faktor penyebab End of Billing (EoB) belum mencapai 100% pada akhir bulan. Sementara pada setiap awal bulan End of Billing (EoB) harus mencapai target 100%. Dari hasil pemetaan yang telah dilakukan, sebagian besar kegagalan baca meter disebabkan oleh masalah pada modem error atau hang. Untuk itu diperlukan sebuah aplikasi bantu yang dapat mempermudah pekerjaan setting modem dari jarak jauh sehingga pekerjaan lebih mudah dan efisien terutama bagi petugas baru, kemudian tidak membuang banyak waktu untuk melakukan pengecekan modem ke lokasi kerja yang jauh serta lebih hemat dari segi biaya maupun tenaga. Dengan tidak adanya error pada modem AMR, maka pencapaian End of Billing (EoB) dapat mencapai 100% pada aplikasi A2MRT. Aplikasi bantu ini selanjutnya diberi nama Setting Automatic Meter Reading (SAMeR). Setelah dilakukan uji coba selama beberapa bulan pada wilayah kerja tersebut, dengan mengumpulkan data penyebab modem error diperoleh hasil berupa keuntungan dari segi tenaga, biaya dan waktu pengerjaannya yang lebih efisien dan efektif.
Copyrights © 2024