Infestasi
Vol 3, No 2 (2007): DESEMBER

ANALISIS ETOS KERJA SPIRITUAL SEBAGAI VARIABEL MODERATING TERHADAP HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (STUDI EMPIRIS PADA PEMDA BANGKALAN)

Mohamad Djasuli (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Mar 2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggitingkat signifikansi pengaruh langsung motivasi kerja yang terdiri darikebutuhan afiliasi, kebutuhan kekuasaan, kebutuhan berprestasiterhadap kinerja karyawan PEMDA Kab. Bangkalan serta seberapatinggi tingkat signifikansi pengaruh langsung motivasi kerja yangterdiri dari kebutuhan afiliasi, kebutuhan kekuasaan, kebutuhanberprestasi terhadap etos kerja spiritual yang terdiri dari kejujuran(shiddiq), kepercayaan (amanah), kecerdasan (fathonah),menyampaikan kebenaran (tabligh). Populasi yang dipilih dalampenelitian ini adalah para pegawai/karyawan yang berada padaPemerintah Daerah yang berada di wilayah kabupaten Bangkalan.Dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan programSPSS (Statistic Progam for Social Science) versi 10.00 baik secarakualitatif maupun kuantitatif. Secara kuantitatif menggunakananalisis regresi dan korelasi berganda dengan menggunakan dataprimer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden dilokasi penelitian.Hasil analisis regresi secara sederhana menunjukkan besarnya Rsquare adalah 0,303 (30,3 %), F = 66,509 dengan signifikansi p 0,000, yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabeldependen (kinerja karyawan) dengan prediktornya (variabelindependen) yaitu motivasi kerja karyawan, dan dari hasilperhitungan tersebut juga menunjukkan bahwa motivasi kerjakaryawan mempunyai pengaruh yang signifikan p = 0,000 (p 0,05)dengan kinerja karyawan. Pengaruh yang ditunjukkan oleh koefisienregresi adalah positif, artinya motivasi kerja karyawan mempunyaipengaruh terhadap kinerja karyawan. Sehingga penelitian ini berhasilmenerima hipotesis 1 yang berarti termotivasinya karyawan dalambekerja akan mempengaruhi kinerjanya.Dari hasil uji residual diperoleh hasil bahwa variabel etos kerjaspiritual merupakan variabel moderating, yang ditunjukkan olehkoefisien parameter regresinya yang negatif sebesar – 0,189 dansignifikan pada tingkat signifikansi p = 0,000 (p0,05). Denganmenggunakan analisis korelasi bivariate (pearson correlation) jugadapat dibuktikan bahwa variabel etos kerja spiritual merupakanvariabel moderating yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasiDev1 (nilai absolut residual variabel kontinjensi etos kerja spiritual)terhadap kinerja karyawan sebesar –0,299 dengan tingkat signifikansip0,05. Selanjutnya dari hasil uji regresi keseluruhan dari residualmotivasi kerja karyawan dan etos kerja spiritual terhadap kinerjakaryawan diperoleh hasil koefisien regresi yang positif sebesar 0,214dan signifikan (p0,05). Koefisien positif dan signifikan berfungsisebagai bukti untuk mendukung hipotesis. Dengan demikian, hasilpenelitian ini mendukung hipotesis 2, artinya etos kerja spiritual dapatmeningkatkan pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.

Copyrights © 2007