Daun kelor (Moringa Oleifera Lamk) telah banyak digunakan sebagai terapi alternatif untuk diabetes melitus, didukung oleh bukti ilmiah. Namun, efek daun kelor pada neuropati diabetes belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu terjadinya neuropati diabetik dan aktivitas neuroprotektif ekstrak daun kelor terhadap induksi streptozotocin-nicotinamide (STZ-NA). STZ-NA diinduksi intra peritoneal selama tiga hari untuk mendapatkan kondisi hiperglikemik pada tikus, sedangkan pengurangan jumlah makanan pada hewan uji dilakukan untuk mendapatkan kekurangan nutrisi yang akan mempercepat terjadinya neuropati diabetes. Injeksi intra peritoneal 65 mg/kg bb STZ dan 150 mg/kg bb NA dilakukan dan diamati sampai terjadi neuropati diabetik. Ekstrak etanol daun kelor diberikan secara oral setelah hewan uji mengalami neuropati diabetik pada hari ke-28 dengan dosis 50.100 dan 150 mg/kg bb. Glibenclamide, Vitamin B6, Glibenclamide + vitamin B6 digunakan sebagai kontrol obat. Akibatnya, kekurangan nutrisi dapat mempercepat terjadinya neuropati diabetik. Ekstrak etanol daun kelor dosis 100, 150 mg/kg bb memberikan aktivitas yang lebih baik dari glibenclamide, tetapi tidak lebih baik dari glibenclamide + vitamin B6. Neuropati diabetik pada tikus malnutrisi terjadi pada hari ke 28 setelah induksi STZ-NA. Dosis paling ampuh dari ekstrak etanol daun kelor yang akan dikembangkan sebagai neuroprotektor adalah dosis 150 mg / kg bb.
Copyrights © 2022