Udang merupakan salah satu komoditas pada sektor perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Adanya peningkatan terhadap permintaan pasar pada udang mendorong para pembudidaya untuk meningkatkan hasil budidaya serta penyempurnaan teknik budidaya dengan sistem budidaya tambak intensif. Adanya peningkatan dalam pemanfaatan teknik tersebut turut menimbulkan dampak negatif berupa akumulasi bahan organik sehingga dapat menurunkan kualitas air. Upaya perbaikan kualitas air dapat dilakukan dengan mamanfaatkan bakteri bioremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bakteri Nocardiopsis lucentensis terhadap kualitas air pada budidaya udang vannamei. Penelitian ini bersifat experimental laboratories dengan menggunakan dua perlakuan (tanpa pemberian bakteri dan dengan pemberian bakteri) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Penelitian ini dilakukan selama 65 hari dan terdiri atas 4 tahapan, yaitu kultur bakteri, pemeliharaan udang, pemberian bakteri, dan pengukuran kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan Kisaran kualitas air (suhu,DO dan pH) pada perlakuan dengan penambahan bakteri: suhu 26,2°C-27,5°C; DO 3,2-7,5 mg/l; dan pH 6,54-6,74; sedangkan pada perlakuan tanpa penambahan bakteri adalah suhu 26,1°C-27,4°C; DO 3,4-7,7 mg/l; pH 6,52-6,84. Hasil uji ANOVA menunjukkan tidak adanya perngaruh nyata terhadap kadar suhu, DO dan pH.
Copyrights © 2022