ABSTRAKStunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Argamakmur Bengkulu Utara bulan Agustus, sebanyak dua ratus dua belas dari sepuluh desa balita dengan kasus stunting. Faktor penyebab stunting dapat terjadi dari berbagai aspek salah satunya adalah sarana air bersih, dan kepemilikan jamban sehingga dapat meningkatkan resiko terjadinya diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan pengelolaan sampah dengan kejadian stunting.Penelitian ini menggunakan studi penelitian deskriptif analitik, dengan desain case control. Sampel yang dibutuhkan adalah enam puluh balita, yang terdiri dari tiga puluh kelompok kasus dan tiga puluh kelompok kontrol. Instrument yang digunakan adalah kuisioner dan ceklis. Analisis data menggunakan uji statistik chi square.Hasil analisis bivariat ada hubungan sarana air bersih dengan kejadian stunting didapatkan hasil pengujian signifikasi ρ value 0,039 < 0,05 dengan OR = 3,45 (CI = 95% 0,100 – 0,837). Dan tidak ada hubungan jamban dengan kejadian stunting didapatkan hasil pengujian signifikasi ρ value 0,068 > 0,05, dengan OR = 0,328 (CI = 95% 0,113 – 0,949).Diharapkan bagi masyarakat untuk selalu mejaga dan merawat sumur serta jamban keluarga agar dapat memenuhi kriteria sehat dan memenuhi syarat.Kata Kunci : Sarana Air Bersih, Jamban, Stunting
Copyrights © 2024