Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem peringatan darurat yang efektif dan responsif bagi individu tunarungu. Penyandang gangguan pendengaran sering kali mengalami kesulitan menerima peringatan darurat berbasis audio, seperti alarm kebakaran atau peringatan cuaca yang bergantung pada suara. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengatasi tantangan tersebut dengan merancang sistem yang mempertimbangkan kebutuhan khusus mereka. Metode yang digunakan mencakup survei terhadap individu dengan gangguan pendengaran untuk memahami preferensi dan kebutuhan mereka dalam menerima peringatan darurat. Selain itu, teknologi dan metode komunikasi alternatif juga dieksplorasi, termasuk penggunaan lampu sinyal, perangkat getar, dan pemberitahuan visual yang dapat diterima oleh individu dengan gangguan pendengaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem peringatan darurat yang menggabungkan berbagai jenis sinyal visual dan getaran lebih efektif dalam memberikan peringatan kepada individu dengan gangguan pendengaran. Desain yang responsif terhadap kebutuhan audiens ini dapat mengurangi risiko penundaan atau ketidakmampuan menerima peringatan darurat, sehingga meningkatkan kesadaran dan keselamatan mereka. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya merancang sistem peringatan darurat yang inklusif, yang mempertimbangkan kebutuhan individu dengan gangguan pendengaran. Penelitian di masa depan dapat fokus pada pengintegrasian teknologi terbaru untuk meningkatkan ketersediaan dan daya tanggap sistem peringatan darurat ini.
Copyrights © 2024