Jurnal Orasi
Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023

PEMBERITAAN POLUSI JAKARTA PADA MAJALAH TEMPO: PERSPEKTIF ANALISIS WACANA KRITIS MODEL MICHEL FOUCAULT

Widianti, Nurhannah (IAIN SYEKH NURJATI CIREBON)
Rustono, Rustono (Unknown)
Mardikantoro, Hari Bakti (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2023

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan praktik tekstual wacana majalah Tempo sebagai media massa daring yang dapat memengaruhi sudut pandang pembaca terhadap isu polusi di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan, yakni deskriptif kualitatif sebagai upaya untuk memahami, memeriksa, dan menyelidiki secara dalam suatu wacana berita sebelum menafsirkan dan menarik simpulan dalam konteks yang jelas. Sumber data diperoleh berdasarkan konteks pemberitaan pada majalah Tempo daring yang membahas isu kondisi polusi di Jakarta dengan judul “Transisi Energi Mengusir Polusi”. Data penelitian berupa penggalan wacana pemberitaan tersebut yang mengacu pada tinjauan wacana kritis Foucault. Pengumpulan data menggunakan teknik catat dari sumber data yang dilakukan dengan menggunakan instrumen lembar pedoman pencatatan. Lalu, data yang terkumpul dianalis berdasarkan analisis konten. Hal itu dilakukan untuk mendeskripsikan unsur representasi, misrepresentasi, marjinalisasi, dan delegitimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo mengemas kritik terhadap penanganan pemerintah melalui narasi-narasi pertanyaan. Hanya saja ini membuat peran media massa sebagai corong informasi tidak tuntas karena melontarkan informasi ke publik. Hal ini membuat ruang kritis bagi pembaca, khususnya di Jakarta untuk memahami realitas secara utuh. Terdapat empat unsur yang berhasil dikaji, yakni (1) representasi berupa ketidakcakapan pemerintah Indonesia dalam menangani permasalahan polusi di Jakarta; (2) misrepresentasi ditandai dengan ketidaktepatan dalam penggambaran pemerintah yang seolah-olah belum memiliki keinginan untuk belajar dari negara lain dalam mengatasi polusi; (3) marjinalisasi muncul dalam bentuk bahasa eufemisme, disefemisme, labelisasi, dan stereotip; (4)delegitimasi yang terbentuk, yaitu tempo berani memberikan kritik terhadap sikap pemerintah terkait penaganan polusi Jakarta.

Copyrights © 2023