Salah satu peserta didik berkebutuhan khusus yaitu slow learner. Pendidikan di sekolah bagi peserta didik slow learner tentunya harus diberikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik slow learner tesebut tanpa dibeda-bedakan dengan peserta didik normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam membantu kesulitan belajar anak slow learner di SMAN 3 Bukittinggi. Pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara dan studi dokumentasi. Adapun yang menjadi informan utama yaitu 1 guru bimbingan dan konseling yang menangani kesulitan belajar slow learner, sedangkan informan kunci yaitu1 koordinator bimbingan dan konseling, dan informan tambahan yaitu 1 wali kelas yang siswanya teridentifikasi kesulitan belajar slow learner. Hasil penelitian menunjukkan beberapa peranan yang dilakukan guru bimbingan dan konseling dalam membantu kesulitan belajar siswa slow learner yaitu dengan melaksanakan identifikasi peserta didik, melaksanakan need assesmen siswa slow learner, merencanakan program bimbingan dan konseling, dan melaksanakan layanan bimbingan dan konseling dengan melaksanakan strategi layanan konseling individu, alih tangan kasus kepada guru mata pelajaran, kolaborasi dengan wali kelas, dan kolaborasi dengan orangtua. Hal ini menunjukkan bahwa guru bimbingan dan konseling berperan penting dalam membantu kesulitan belajar siswa slow learner.
Copyrights © 2024