Haji pada abad ke 19 merupakan alat untuk mentransmisikan budaya dan doktrin agama. Tantangan yang di hadapi oleh calon jamaah haji yaitu berasal dari bangsa belanda sebagai pengelolah haji. Peraturan yang diterapkan mulai dari sebelum berangkat haji sampai sepulang dari tanah suci sangat mempersulit jamaah. Naiknya status sosial setelah menunaikan haji memiliki pengaruh tersendiri bagi masyarakat, Haji memiliki makna dan pengaruh yang signifikan pada abad ke 19 mampu menggerakkan kekuatan sosial dan kultural untuk melawan belanda oleh karena itu belanda membuat peraturan kebijakan khusus terkait ibadah haji yang tujuannya untuk meminilisir jumlah jamaah haji dari indonesia dan pada akhirnya kebijakan tersebut tidak berpengaruh bagi jamaah haji sehinggah muncul perlawanan-perlawanan umat Islam yang di pimpin oleh para pemuka agama islam yang bertitel haji. Ibadah Haji memiliki pengaruh besar terhadap indonesia salah satunya di bagian Politik, Ekonomi dan pendidikan. Dibagian Pendidikan banyak masyarakat indonesia yang telah haji kemudian menetap di makkah untuk menuntuk ilmu setelah itu di amalkan atau dilaksanakan ilmu tersebut ke Indonesia. Dibagian Politik dengan adanya ibadah Haji Kolonial masyarakat Indonesia untuk membentuk organisasi-organisasi Islam diantara SI. Dibagian Ekonomi dengan adanya ibadah Haji membuat perekonomian meningkat terutama di pelayaran, hal ini dikarenakan masyarakat arab dan inggris banyak yang berdagang di pelayaran pada saat keberangkan ibadah Haji.
Copyrights © 2023