Persaingan global saat ini masuk dalam ranah digital, termasuk pada sistem pemerintahan. Indonesia, mau tidak mau, juga ikut dalam arus revolusi industri 4.0 tersebut. Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dipaksa untuk adaptif terhadap teknologi agar kinerja pelayanan lebih cepat, akurat, dan efisien. Digitalisasi birokrasi untuk pelayanan yang optimal, adalah hal yang tak bisa disanggah. Adanya keterbatasan keahlian serta kurangnya bimbingan dan kebijakan dari pimpinan dan lemahnya pengaturan dalam menggunakan SMART ASN menyebabkan rendahnya kesadaran pegawai dalam menggunakan SMART ASN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik budaya organisasi. Hasil evaluasi karakteristik individu dalam organisasi menggunakan metode Hofstede. Berdasarkan pengukuran menggunakan Hofstede, diketahui bahwa Organisasi ASN termasuk kedalam dimensi Indulgence vs Restraint Index yang relatif tinggi ini menunjukkan terhadap sikap sosial pegawai. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa rekomendasi langkah strategis menggunakan Eight Impperative yang bertujuan bagaimana membuat rencana tentang pengembangan SMART ASN dan memelihara sarana IT yang sudah ada.
Copyrights © 2021