Kemampuan berpikir komputasi berkaitan penting pada abad ke-21 untuk membantu siswa menyelesaikan masalah matematika. Kemampuan penyelesaian masalah siswa antara lain dipengaruhi oleh gaya belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi kemampuan berpikir komputasi siswa SMP ditinjau dari gaya belajar visual (V), auditori (A), dan kinestetik (K). Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas VIII pada salah satu SMP swasta di Sukoharjo, Jawa Tengah yang berjumlah 25 orang. Instrumen berupa soal tes materi pola bilangan, angket gaya belajar, dan wawancara untuk mengumpulan data. Sebelum digunakan, semua soal divalidasi dua orang ahli pendidikan matematika dan diujicobakan kepada 5 siswa kelas VIII. Berdasarkan hasil tes dan angket gaya belajar, dipilih 2 siswa pada setiap gaya belajar untuk diwawancarai. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa dengan gaya belajar visual dan kinestetik mampu memenuhi semua indikator berpikir komputasi yakni abstraksi, pengenalan pola, berpikir algoritma, dan generalisasi. Sebaliknya, siswa dengan gaya belajar auditori mampu memenuhi tiga indikator berpikir komputasi yaitu abstraksi, pengenalan pola, dan berpikir algoritma. Dengan demikian, terdapat perbedaan kemampuan berpikir komputasi siswa ditinjau dari gaya belajar.
Copyrights © 2024