Penelitian ini difokuskan pada dua buah berita yang membahas penolakan laporan pemerkosaan karena pelapor belum vaksin. Peneliti menganalisis dua buah media yang meliput berita tersebut, yaitu Media Vice dan CNN Indonesia. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis isi dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan hasil temuan. Peneliti memakai Teori Analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Teori ini membagi empat struktur besar dalam menganalisis, yaitu struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil yang ditemukan adalah headline (judul) yang digunakan dalam kedua media ini sama. Tema yang dipakai hampir sama, yaitu difokuskan pada kronologi kasus penolakan tersebut. Tetapi, pada media Vice juga mencantumkan kasus yang serupa tetapi beda permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pemilihan kata yang digunakan Vice lebih bervariasi daripada CNN Indonesia. Contohnya penggunakan kata, “kufur nikmat”, “absurd”, dan celotehan penulis tentang peristiwa yang terjadi. Unsur 5W+1H sudah lengkap di keseluruhan berita. Pengutipan berita pada media Vice lebih banyak mengutip pernyataan dibanding CNN Indonesia yang hanya memuat dua narasumber.
Copyrights © 2022