Bahasa Mandarin merupakan bahasa asing yang susah bagi siswa – siswi di Indonesia dan sebagian besar pendidik hanya fokus dalam mengajarkan materi belajar, sehingga terjadi kejenuhan dan kebosanan dalam proses pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti apakah materi kebudayaan dapat meningkatkan minat belajar siswa – siswi sekolah Methodist Charles Wesley. Analisis data yang digunakan adalah analisis data Miles & Huberman. Adapun hasil penelitian ini adalah: (1) Pelajaran bahasa Mandarin cukup menarik, metode pembelajaran dari pendidik juga baik dan kreatif, namun materi belajar lebih terbatas. (2) Materi kebudayaan meningkatkan minat belajar siswa – siswi. Namun, materi kebudayaan memiliki tantangannya sendiri yaitu: pendidik harus menguasai materi tersebut dan tidak semua alat ataupun bahan ada di Indonesia.
Copyrights © 2022