Bahasa merupakan simbol dari proses komunikasi, dan berbicara adalah merupakan bagian dari proses komunikasi dan ekspresi dari bahasa. Kecerdasan bahasa anak tidak dapat dilakukan secara langsung dan memerlukan beberapa tahap dan proses. keterampilan berbicara adalah kemampuan anak untuk mengekspresikan, menyatakan atau menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. disinilah peran guru sebagai pendidik agar dapat memberikan rangsangan dan stimulasi kepada anak. Berdasarkan hasil survey bahwa ada beberapa anak berbicara yang seharusnya tidak diucapkan oleh anak usia dini. Penelitian ini dalam rangka Meningkatkan keterampilan berbicara anak melalui model ‘Simak-Ucap-Ulang’ atau SIUUL berbasis video keteladanan yang dilakukan kepada kelompok A di TK Islam Karimah, Jatiranngon. Metode penilaian tindakan kelas yang digunakan adalah metode Kemmis & Mc. Taggart yang dirancang menjadi tiga siklus. Hasil dari uji penelitian dengan menggunakan model SIUUL dapat dilihat dari peningkatan keterampilan berbicara anak. Pada pra-siklus skor rata-rata pencapaian anak dalam pemahaman dan penerapan adalah 46% dan pada siklus I skor rata-rata anak meningkat sebanyak 2% menjadi 48% dan pada akhir siklus III skor rata-rata capaian anak meningkat menjadi 85%. Perubahan dan peningkatan anak yang dapat diamati adalah anak mampu berbicara dengan bahasa yang baik dan menggunakan kosa kata yang baik ketika berbicara dengan sekitarnya. Juga anak lebih percaya diri untuk megungkapkan pendapatanya dan perasaannya.
Copyrights © 2023