Festival tahu tempe di Desa Wonosari, Kabupaten Jember terbentuk dari adanya tindakan agen dan juga struktur yang mengatur masyarakat. Pemanfaatan hasil pertanian berupa kedelai menjadikan desa tersebut mampu memproduksi tahu dan tempe dalam skala besar. Produksi tahu tempe yang telah terjadi secara turun temurun dan menjadi komoditas utama oleh masyarakat setempat. Kemudian, hal tersebut dijadikan sebuah kebudayaan berupa festival tahu tempe yang diadakan setiap tahun. Kegiatan ini dicetuskan oleh Kepala desa dan dilaksanakan sejak 2019. Motivasi agen menggelar festival tahu tempe adalah untuk mengembangkan produk yang ada dalam masyarakat sekaligus mempertahankan kebiasaan masyarakat, karena berpotensi mengenalkan produk tahu tempe kepada wilayah yang lebih luas. Artikel ini merupakan hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami bagaimana fungsi agen dan struktur dalam masyarakat dapat mempengaruhi diadakannya festival tahu tempe. Data dari penelitian ini didapat dengan melakukan wawancara pada tokoh terkait yang menjadi penggerak dan juga masyarakat yang berpartisipasi dalam festival tahu tempe.
Copyrights © 2023