Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih dalam berbagai faktor yang dapat mempengaruhi impulsive buying behavior. Penelitian berfokus pada variabel independen yaitu social media marketing, mobile marketing, dan email marketing. Metodologi kuantitatif dan program SPSS digunakan untuk menganalisis data. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih sampel sebanyak 154 responden yang merupakan pengguna internet aktif dan pernah belanja online sebanyak tiga kali dalam enam bulan. Temuan menunjukkan bahwa social media marketing dan mobile marketing mempunyai pengaruh positif, sedangkan email marketing tidak. Untuk meningkatkan generalisasi penelitian di masa depan, disarankan untuk mengeksplorasi perilaku konsumen dalam belanja online di berbagai kelompok umur. Implikasi dari penelitian ini termasuk memperoleh wawasan tentang pendorong perilaku pembelian impulsif, meningkatkan strategi media sosial dan mengatasi kekhawatiran pelanggan terkait pemasaran email.
Copyrights © 2023