Risiko yang terlibat dalam pembangunan gedung tidak bisa dihapuskan sepenuhnya, tetapi dapat dikelola dengan mengurangi atau mengalihkan risiko tersebut antara pihak yang terlibat. Semakin kompleks proyeknya, semakin tinggi tingkat risiko yang terkait dengannya. Proyek konstruksi seperti pembangunan GOR, yang selalu dihadapkan pada beragam risiko yang dapat mengganggu jalannya pekerjaan dan mengancam hasil keseluruhan proyek.Untuk mengatasi potensi risiko ini, analisis prioritas risiko menjadi suatu kebutuhan. Salah satu metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP), yang membantu mengidentifikasi variabel dan indikator risiko yang memiliki tingkat kepentingan tertinggi. Dalam analisis AHP yang mencakup 7 variabel dan 24 indikator, terdapat tiga variabel yang memiliki prioritas tertinggi dan memerlukan tindakan segera, yaitu variabel terkait dengan desain, manajemen, dan Perencanaan. Untuk mengatasi potensi masalah serius ini, pemilihan tim proyek yang memiliki pengalaman menjadi sangat penting. Selain itu, keterlibatan aktif dari pemilik proyek juga merupakan faktor yang esensial untuk memastikan pemahaman yang tepat mengenai tujuan dan harapan proyek, sehingga risiko dapat dikurangi dan jalannya proyek dapat berjalan dengan baik.
Copyrights © 2024