Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerjaan Penulangan Pelat, Balok dan Kolom Di Gedung Bertingkat Harianto, Feri; Firdaus A, Fahmi; S, Febry Ardian
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.83 KB)

Abstract

Terbatasnya waktu penyelesaian proyek, tidak adanya pelatihan K3 serta rendahnya kesadaran keselamatan bagi pekerja maka pekerjaan di proyek konstruksi rentang terjadinya risiko kecelakaan kerja. Salah satu pekerjaan yang berisiko sangat tinggi adalah pekerjaan pembesian, pekerjaan ini merupakan pekerjaan struktur yang mempunyai peranan sebagai penentu waktu penyelesaian proyek. Hal ini dikarenakan pekerjaan pembesian terletak dilintasan kritis.Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui potensi risiko terjadinya kecelakaan kerja serta penyebab dari risiko terjadinya kecelakaan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel digunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampelnya sebanyak 10 orang. Analisis yang digunakan adalah metode RPN (Risk Priority Number) dan FTA (Fault Tree Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan cuttingwheel memiliki resiko kecelakaan yang paling tinggi, sedangkan penyebab dasar kecelakaan kerja yaitu, kurang motivasi, terlalu lelah, melamun, tergesa-gesa, kondisi alat sudah mulai aus, tidak menggunakan pengaman, tidak mematuhi aturan pemakaian, tidak mengerti fungsi alat, karakteristik jalan, penerangan, angin,,badaisuhu ekstrim.
Identifikasi Faktor Penyebab Keterlambatan Waktu dan Mutu Pekerjaan pada Proyek Ruko (Rumah Toko) Green Junction Citraland Alrizal, Fahmi Firdaus; Choiriyah, Siti; Adi Saputro, Librian Eko
Jurnal IPTEK Vol 24, No 1 (2020): May
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2020.v24i1.901

Abstract

Mutu dan waktu termasuk dua hal penting yang saling berkaitan dalam proyek konstruksi. Dalam pembangunan pada area yang berkawasan elite yaitu Green Junction Citraland Surabaya, kualitas dan waktu proyek menjadi prioritas dalam pelaksanaannya. Waktu yang tepat dan kualitas pekerjaan yang sesuai merupakan faktor penentu keberhasilan proyek. Namun konstruksi selalu terdapat resiko yang dapat mengakibatkan keterlambatan dan mutu yang rendah, oleh karena itu, dilakukan identifikasi faktor terhadap penyebab keterlambatan dan kualitas rendah dengan metode analisa kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang memiliki pengaruh keterlambatan dan kualitas hasil yang rendah. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner dengan responden lalu dilanjutkan dengan uji deskriptif (Peringkat) untuk mendapatkan faktor-faktor utama. Dari hasil penelitian dinyatakan dengan faktor utama yang berpengaruh dalam keterlambatan yaitu seringnya perubahan pekerjaan, rendahnya produktifitas, kualifikasi personil tidak sesuai bidangnya, dan rendahnya kualitas material. Sedangkan faktor utama yang mempengaruhi rendahnya kualitas pekerjaan meliputi kurangnya komunikasi dan koordinasi antar devisi, kurangnya tenaga kerja yang terampil, penggunaan peralatan kurang efisien, perubahan pekerjaan saat pelaksanaan, pemahaman metode konstruksi yang lambat dan terjadinya kecelakaan dalam bekerja.
Pemilihan Pembagian Zona dengan Siklus Menggunakan Bekisting Alform pada Pekerjaan Plat terhadap Biaya dan Waktu Choiriyah, Siti; Firdaus, Fahmi; Nur, Arizal
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan sruktur peralatan yang paling utama yang dibutuhkan adalah bekisting karena pengerjaan struktur rata-rata dilakukan pengecoran ditempat. Bekisting merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mencetak sebuah struktur beton dan juga fasilitas penunjang pekerjaan yang dapat menahan beban diatasnya.Jika digunakan berulangkali dalam jangka waktu panjang dapat memungkinkan terjadinya kerusakan.Oleh karena itu dilakukan manajemen pengendalian material yang terbuang akibat kerusakan material agar menjadi lebih efisien.Jenis bekisting yang digunakan pada penelitian ini adalah bekisting Alform.Tujuan dari pola pembagian zona dengan siklus yang didasarkan pada tingkat ketersediaan material, alat, dan tenaga kerja untuk mendapatkan tingkat efisiensi biaya dan waktu.Metode yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif dengan perbandingan alternatif pembagian zona yaitu 3, 4, dan 5 pembagian zona dengan siklus perlantai 8 hari. Hasil dari analisis tersebut antara lain Alternatif 3 pembagian zona total waktu 180 hari dengan biaya Rp.5.142.155.839. Alternatif 4 pembagian zona total waktu 160 hari dengan biaya Rp.5.135.106.936. Alternatif 5 pembagian zona total waktu 200 hari dengan biaya Rp.5.179.150.143. berdasarkan hasil dari analisis maka pola pembagian zona yang terbaik adalah 4 pembagian zona.
Analisa Hubungan Lingkungan, APD dan Pengalaman Kerja Terhadap Kecelakaan Kerja pada Fabrikasi Konstruksi Baja Proyek Pabrik Kelapa Sawit Fahmi Firdaus Alrizal; Siti Choiriyah; Rahmad Andri Ifandi
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v4i1.1274

Abstract

Occupational safety and health are very important instruments in the process of steel construction work, expecially in fabrication. In the construction of oil palm mills with steel construction for fabrication items that are often possibility to work accidents, so there is no need for one work item that can get an exemption, both in the process of cutting, moving, welding, and the packaging process of steel material used. PT Boma Bisma Indra (Persero) in the palm oil mill (CPO) steel construction fabrication project. This research was conducted with a non-probability sampling method and conducted with regression. Based on the results of the study can be known about the influence of Environmental variables, personal protective equipment (PPE) and the experience of workers on work accidents.
Analisa Faktor Produktivitas Fabrikasi Konstruksi Baja Pada Tenaga Kerja Siti Choiriyah; Fahmi Firdaus Alrizal; M Irsyad Aly Daffa
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v5i2.1973

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi di tentukan oleh tenaga kerja, karena berdampak pada kemajuan dan produktifitas pekerjaan di lapangan. Peningkatkan produktivitas dengan fabrikasi lebih baik daripada sistem konstruksi konvensional. Penentuan produktifitas dalam pekerjaan fabrikasi baja perencanaan jadwal sebuah proyek sehingga perlu dianalisa produktivitas pekerjanya. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa produktivitas tenaga kerja dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pekerjaan fabrikasi. Metode pengukuran produktivitas dilakukan dengan metode work study. Metode work study adalah metode pengukuran produktivitas pekerja dengan observasi langsung dilapangan. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai produktivitas pekerja pada pekerjaan marking pelat: 563,25 kg/orang/hari, WF: 886,47 kg/orang/hari. Sedangkan pekerjaan pemotongan pelat: 891,85 kg/orang/hari, WF  259,53 kg/orang/hari. Untuk nilai produktivitas pada pekerjaan perakitan 282,43 kg/orang/hari. Dari hasil analisis produktivitas menunjukkan bahwa jumlah pekerja, relaxation allowances, material yang digunakan, dan penggunaan alat dalam pekerjaan adalah faktor faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pekerjaan fabrikasi baja.
Identifikasi Faktor Penyebab Keterlambatan Waktu dan Mutu Pekerjaan pada Proyek Ruko (Rumah Toko) Green Junction Citraland Fahmi Firdaus Alrizal; Siti Choiriyah; Librian Eko Adi Saputro
Jurnal IPTEK Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2020.v24i1.901

Abstract

Mutu dan waktu termasuk dua hal penting yang saling berkaitan dalam proyek konstruksi. Dalam pembangunan pada area yang berkawasan elite yaitu Green Junction Citraland Surabaya, kualitas dan waktu proyek menjadi prioritas dalam pelaksanaannya. Waktu yang tepat dan kualitas pekerjaan yang sesuai merupakan faktor penentu keberhasilan proyek. Namun konstruksi selalu terdapat resiko yang dapat mengakibatkan keterlambatan dan mutu yang rendah, oleh karena itu, dilakukan identifikasi faktor terhadap penyebab keterlambatan dan kualitas rendah dengan metode analisa kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang memiliki pengaruh keterlambatan dan kualitas hasil yang rendah. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner dengan responden lalu dilanjutkan dengan uji deskriptif (Peringkat) untuk mendapatkan faktor-faktor utama. Dari hasil penelitian dinyatakan dengan faktor utama yang berpengaruh dalam keterlambatan yaitu seringnya perubahan pekerjaan, rendahnya produktifitas, kualifikasi personil tidak sesuai bidangnya, dan rendahnya kualitas material. Sedangkan faktor utama yang mempengaruhi rendahnya kualitas pekerjaan meliputi kurangnya komunikasi dan koordinasi antar devisi, kurangnya tenaga kerja yang terampil, penggunaan peralatan kurang efisien, perubahan pekerjaan saat pelaksanaan, pemahaman metode konstruksi yang lambat dan terjadinya kecelakaan dalam bekerja.
Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerjaan Penulangan Pelat, Balok dan Kolom Di Gedung Bertingkat Feri Harianto; Fahmi Firdaus A; Febry Ardian S
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbatasnya waktu penyelesaian proyek, tidak adanya pelatihan K3 serta rendahnya kesadaran keselamatan bagi pekerja maka pekerjaan di proyek konstruksi rentang terjadinya risiko kecelakaan kerja. Salah satu pekerjaan yang berisiko sangat tinggi adalah pekerjaan pembesian, pekerjaan ini merupakan pekerjaan struktur yang mempunyai peranan sebagai penentu waktu penyelesaian proyek. Hal ini dikarenakan pekerjaan pembesian terletak dilintasan kritis.Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui potensi risiko terjadinya kecelakaan kerja serta penyebab dari risiko terjadinya kecelakaan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel digunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampelnya sebanyak 10 orang. Analisis yang digunakan adalah metode RPN (Risk Priority Number) dan FTA (Fault Tree Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan cuttingwheel memiliki resiko kecelakaan yang paling tinggi, sedangkan penyebab dasar kecelakaan kerja yaitu, kurang motivasi, terlalu lelah, melamun, tergesa-gesa, kondisi alat sudah mulai aus, tidak menggunakan pengaman, tidak mematuhi aturan pemakaian, tidak mengerti fungsi alat, karakteristik jalan, penerangan, angin,,badaisuhu ekstrim.
Pemilihan Pembagian Zona dengan Siklus Menggunakan Bekisting Alform pada Pekerjaan Plat terhadap Biaya dan Waktu Siti Choiriyah; Fahmi Firdaus; Arizal Nur
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan sruktur peralatan yang paling utama yang dibutuhkan adalah bekisting karena pengerjaan struktur rata-rata dilakukan pengecoran ditempat. Bekisting merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mencetak sebuah struktur beton dan juga fasilitas penunjang pekerjaan yang dapat menahan beban diatasnya.Jika digunakan berulangkali dalam jangka waktu panjang dapat memungkinkan terjadinya kerusakan.Oleh karena itu dilakukan manajemen pengendalian material yang terbuang akibat kerusakan material agar menjadi lebih efisien.Jenis bekisting yang digunakan pada penelitian ini adalah bekisting Alform.Tujuan dari pola pembagian zona dengan siklus yang didasarkan pada tingkat ketersediaan material, alat, dan tenaga kerja untuk mendapatkan tingkat efisiensi biaya dan waktu.Metode yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif dengan perbandingan alternatif pembagian zona yaitu 3, 4, dan 5 pembagian zona dengan siklus perlantai 8 hari. Hasil dari analisis tersebut antara lain Alternatif 3 pembagian zona total waktu 180 hari dengan biaya Rp.5.142.155.839. Alternatif 4 pembagian zona total waktu 160 hari dengan biaya Rp.5.135.106.936. Alternatif 5 pembagian zona total waktu 200 hari dengan biaya Rp.5.179.150.143. berdasarkan hasil dari analisis maka pola pembagian zona yang terbaik adalah 4 pembagian zona.
MITIGASI BENCANA DI LINGKUNGAN RW 02 KELURAHAN KERTAJAYA KECAMATAN GUBENG KOTA SURABAYA Dewi Kusumaningrum; Laras Laila Lestari; Fahmi Firdaus Alrizal; M. Ferdaus Noor Auladi; Feri Harianto; Felicia Tria Nuciferani; Diah Listyaningsih
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan tri dharma yang dijalankan oleh perguruan tinggi, dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan civitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan masyarakat. (Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, 2018) Kegiatan pengabdian yang diadakan di tengah kondisi pandemi COVID 19 saat ini, memaksa perguruan tinggi mengadakannya sesuai dengan protokol kesehatan yang diterapkan dengan protokol Kesehatan dengan ketat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diadakan oleh Jurusan Teknik Sipil – Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) bekerja sama dengan RW 02 Kecamatan Kertajaya Kecamatan Gubeng Kota surabaya mengambil Topik "Sosialisasi Mitigasi Bencana di Lingkungan RW 02 Kelurahan Kertajaya Kecamatan Gubeng Kota surabaya”. Hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan di balai RW dengan kegiatan sosialisasi Mitigasi Bencana anak – anak bisa menerima edukasi atau ilmu yang diberikan jika terjadi potensi Bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan ada pula bencana yang disebabkan kelalaian manusia seperti kebakaran dan diharapkan anak – anak bisa mempraktekkan jika terjadi bencana dan bisa melindungi keluarga, serta masyarakat sekitarnya. Banyak masyarakat yang kurang mengetahui cara mengantisipasi jika terjadi bencana. Maka dari itu kami sebagai mahasiswa dan para dosen memberikan edukasi bencana yang sangat perlu dilakukan sebagai pembelajaran dan perkenalan awal pada Mitigasi Bencana diharapkan dengan sosialisasi ini para warga RW 02 dapat menambah wawasan dalam menghadapi bencana dan mengetahui Tindakan awal yang harus dilakukan saat evakuasi jika terjadi bencana.
Analisis Highest and Best Use Pada Jalan Dr. Ir. H. Soekarno Nomor 440-484 (MERR) - Surabaya Fahmi Firdaus Alrizal; Siti Choiriyah; Firmansyah Putra Pratama
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.555 KB) | DOI: 10.31284/j.jts.2021.v2i2.2476

Abstract

The potential development of vacant land in Surabaya continues to increase. Especially on Jalan Dr. Ir. H. Soekarno Surabaya City number 440-448. In the land area, there are 2 apartment buildings, 1 hotel building, 1 housing estate, 45 office buildings, 6 shop houses, 43 restaurant buildings, 1 clinical laboratory building, 20 house buildings, 50 shopping buildings, 1 college building, and 4 school buildings. . So from such data, Dr. Ir. H. Soekarno Surabaya City number 440-448. So the area has the potential to attract investment. The Detailed Spatial Planning (RDTR) and Zoning Regulations UP 1 Rungkut 2014 state that the direction of development along Dr. Ir. H. Soekarno (MERR) in trade and service activities, as well as housing activities (vertical housing) also has the potential to develop. In order to find out which buildings are profitable on the land area, this is done by using the Highest and Best Use analysis. The analysis can take advantage of a vacant land or increase a property that is physically feasible, legally permitted, financially feasible, and has maximum productivity that comes from the highest increase in land value if a building is erected. Based on the results of data analysis on the legal, physical, financial, and maximum productivity aspects of the vacant land. So, it can be concluded that if a shop is built, the land value is Rp. 24,726,872 and land productivity of 126%, whereas if an office is built, the land value is Rp. 23,013,522 and land productivity of 117%. So that the shopping property is the best and highest alternative use that is suitable to be developed on the vacant land.