Kualitas pendidikan bermula dari manajemen pengelolaan yang solid. Tingkat kualitas yang tinggi sulit dicapai jika manajemen pengelolaannya tidak berlandaskan pada prosedur tatakelola yang solid juga. Manajemen strategis pendidikan menjadi kunci esensial dalam membangun sistem pendidikan yang responsif dan sesuai dengan perubahan zaman yang terus berlangsung.Pengelolaan berbagai stakeholder Pendidikan juga mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu Pendidikan. Karena dengan manajemen yang baik di segala lini Pendidikan akan memberikan dampak positif bagi dunia Pendidikan.Metode penelitian pada artikel ini menggunakan metode riset kepustakaan (Library Research) metode penelitian ini berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi dan teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis kritis yang dimana analisis ini sifatnya kritis umumnya beranjak dari pandanggan atau nilai-nilai tertentu yang diyakini oleh peneliti terkait dalam permasalahan peningkatan mutu pendidikan yang melalui dokumen-dokumen yang berkaitan dengan permasalahan yang peneliti teliti. Hasil penelitian ini adalah Dari paparan tulisan di atas dapat disimpulkan bahwa Stakeholder adalah pemegang atau pemangku kepentingan. Dalam manajemen sebuah pendidikan atau lembaga pendidikan Stakeholder adalah sebuah indikator untuk menentukan mutu dan atau layanan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan memiliki berbagai macam Stakeholder, maka dalam pemetaan atau pembagiannya akan dikenal Stakeholder primer, sekunder, dan tersier. keberhasilan pendidikan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan ketiga stakeholder pendidikan: sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Setelah melakkan pemetaan terhadap stakeholder, maka akan ditemukan komponen-komponen penyusun sehingga stakeholder menjadi satu kesatuan utuh yang saling bersinergi.
Copyrights © 2023