Kelainan refraksi yang belum diperbaiki menduduki peringkat pertama sebagai penyebab gangguan penglihatan di seluruh dunia. Seorang pria berusia 20 tahun datang dengan keluhan penglihatan kabur sejak sekitar 1 tahun yang lalu. Objek terlihat buram saat dilihat dari kejauhan, namun tetap jelas pada jarak dekat. Keluhan ini muncul secara perlahan tanpa didahului oleh peristiwa khusus apa pun. Pasien sering melakukan tugas di depan laptop dan menggunakan gadget untuk waktu yang lama tanpa istirahat mata. Pada pemeriksaan fisik mata pasien, visus naturalis pasien ditemukan OD 3/60 OS 6/6,6, pinhole OD 6/9 OS 6/6, koreksi OD S-3,00 6/6 OS S-0,50 C-0,50 A 5o 6/6. Posisi bola mata ortoforia, pupil distantia 62/64 mm, gerakan bola mata dan lapang pandang visual baik ke segala arah, tidak ditemukan kelainan pada bagian anterior dan posterior mata. Hasil pemeriksaan ini mengkonfirmasi diagnosis penglihatan kabur pada pasien disebabkan oleh kelainan refraksi berupa miopia simpleks OD dan astigmatisma myopia compositus OS. Koreksi kacamata yang diberikan kepada pasien adalah lensa sferis negatif OD dan gabungan lensa sferis negatif dan silinder negatif OS.
Copyrights © 2023