Penelitian ini membicarakan dampak dari pengendalian internal, akuntansi forensik, dan audit investigasi dalam mencegah kecurangan di bank yang berada di bawah pengawasan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Dalam menghadapi risiko kecurangan, pengendalian internal yang efektif dan teknologi keamanan menjadi sangat penting, termasuk akuntansi forensik yang membantu mendeteksi potensi kecurangan melalui analisis mendalam. Peran audit investigasi juga signifikan dalam mengungkap dan mengatasi tindakan penipuan. Melalui studi literatur dan analisis data sekunder, ditemukan bahwa pelatihan karyawan, pemisahan tugas, dan evaluasi berkelanjutan terhadap sistem pengendalian internal dapat mendukung efektivitas pencegahan kecurangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam bagi BPK RI dan bank-bank di bawah pengawasannya, serta menjadi dasar untuk mengembangkan kebijakan pencegahan kecurangan yang lebih kokoh di sektor perbankan Indonesia.
Copyrights © 2024