Pada dasarnya sebagian besar Peserta didik beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang kurang menyenangkan, tetapi sebenarnya hal itu berawal dari sugesti yang diterima dari orang lain. Sugesti itu menyebabkan Peserta didik merasa tegang dan takut bahkan sebelum menerima pelajaran matematika. Penggunaan metode ceramah yang digunakan oleh guru menyebabkan Peserta didik kurang berperan sehingga merasa tidak bergairah dan merasa bosan, pemahamannya kurang maksimal, dan nilai yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan berfikir kritis peserta didik kelas XI–IPA setelah mengikuti pembelajaran dengan model Pembelajaran PBL. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persentase skor berfikir kritis peserta didik pada siklus I sebesar 33% dengan kualifikasi rendah, meningkat pada siklus II sebesar 67% dengan kualifikasi sedang, siklus III sebesar 100% dengan kualifikasi tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa indicator keberhasilan dari penelitian ini terpenuhi dan penerapan model PBL pada pembelajaran Matriks dapat meningkatkan berfikir kritis peserta didik.
Copyrights © 2024