Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi kehidupan bernegara santri pondok pesantren salafy, yang sering kali dispekulasikan bahwa santri dengan latar belakang pengetahuan agama mengesampingkan mengenai pandangan kehidupan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi santri dalam memaknai kehidupan bernegara. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasionalisme dapat terbentuk melalui nilai toleransi atau penyesuaian yang muncul dari ketidakcocokan antar individu dalam kehidupan manusia sehinggan menciptakan persepsi unik di dalamnya. Untuk mendorong nasionalisme, santri pondok pesantren menganggap penting adanya kemauan toleransi antar individu agar kehidupan bernegara dapat berjalan harmonis. Dalam konteks nasionalisme, santri pondok pesantren salafy memiliki persepsi khusus terkait Pancasila, NKRI, UUD, Bhineka Tunggal Ika, dan lagu Indonesia Raya sebagai simbol dan payung atas perbedaan yang mereka pandang sebagai bentuk nyata nasionalisme masyarakat Indonesia.
Copyrights © 2024