Artikel ini menjelaskan tentang kontak antara peradaban Arab, Yunani dan Persia terhadap perkembangan filsafat Islam. Perkembangnan filsafat Islam tersebut menimbulkan banyak pro dan kontra. Sebagian ilmuwan berpendapat, filsafat Islam bukan bersumber dari ajaran Islam tetapi merupakan duplikat filsafat Yunani dan para filsuf Muslim dianggap hanya melanjutkan pemikiran dari filsuf Yunani, diantaranya Sokrates, Plato, Aristoteles. Penelitian ini menggunakan metode Library Research, yaitu penelitian yang bersumber dari khazanah kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah filsafat Islam yang saat ini dipelajari bukan menjiplak namun ada keterkaitan dan hubungan antara peradaban Arab, Yunani, dan Persia melalui beberapa proses transmisi, yaitu perluasan kekuasaan Islam oleh para khalifah sehingga memenuhi pusat hellenisme di dunia Arab, kegiatan penerjemahan karya-karya filsuf Yunani yang menjadi inspirasi untuk perkembangan filsafat Islam. Terdapat perbedaan pengkajian antara filsuf Barat dengan Muslim, dimana filsuf Muslim menjadikan Alquran dan Hadits sebagai sumber tertinggi dalam pengkajian filsafat tersebut.
Copyrights © 2024