Kebudayaan Indis merupakan kebudayaan hasil perpaduan antara kebudayaan Eropa (Belanda) dan kebudayaan lokal (Jawa). Kontak budaya dimulai dengan kedatangan bangsa Belanda di Indonesia. Kontak budaya ini menimbulkan akulturasi budaya antara Belanda dan budaya lokal, sehingga lahirlah budaya baru yang disebut budaya Indis. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk menggali bagaimana kebudayaan Indis mampu menyerbu dan berkembang di Indonesia. Selat Solo dianggap sebagai perpaduan antara steik khas Eropa dan cita rasa Jawa. Pengaruh Eropa juga terlihat pada penggunaan mayones dan kecap Inggris, sedangkan cita rasa Jawa berasal dari penggunaan kecap manis.
Copyrights © 2024