Sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk kompos, biogas, ecoenzyme, dan lainnya. Ecoenzyme merupakan hasil fermentasi limbah organik, gula dan air dengan perbandingan 3:1:10. Hasil fermentasi ecoenzyme berupa cairan berwarna kecoklatan beraroma asam segar, terkadang dihasilkan jamur pitera dan mama enzyme. Umumnya, mikroorganisme pada ecoenzyme berupa bakteri asam laktat (BAL) dan cendawan. Fermentasi ecoenzyme dari campuran kulit jeruk dan kulit nenas menghasilkan cairan berwarna kecoklatan dan mama enzyme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah isolat dan jenis cendawan pada ecoenzyme dan mama enzyme. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan tahapan sterilisasi alat, pembuatan medium Potato Dextrose Agar (PDA), pembuatan dan pengambilan sampel ecoenzyme, isolasi sampel ecoenzyme, pemurnian cendawan, pengamatan makroskopis dan mikroskopis, serta identifikasi cendawan. Data jumlah isolat dan jenis cendawan yang berhasil diisolasi dari sampel ecoenzyme dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Dua isolat cendawan didapatkan dari cairan ecoenzyme, dimana 1 isolat termasuk kapang dan 1 isolat khamir. Cendawan yang ditemukan dari mama enzyme hanya 1 isolat dan tergolong kapang. Karakteristik kapang dari cairan ecoenzyme merujuk kepada Trichoderma. Kapang dari mama enzyme merujuk kepada Paecilomyes. Isolat khamir yang ditemukan dari cairan ecoenzyme belum dapat diidentifikasi. Jadi, dapat disimpulkan ada 2 isolat cendawan dari cairan ecoenzyme dan 1 isolat dari mama enzyme. Dua isolat kapang merujuk kepada genus Trichoderma dan Paecilomyces, satu isolat termasuk kelompok khamir.
Copyrights © 2024