Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan perilaku kecanduan media-sosial dan merancang Program Bimbingan dan Konseling (BK) bidang Pribadi untuk mereduksi perilaku kecanduan media-sosial peserta didik kelas X dan XI SMA pada salah satu sekolah di Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket perilaku kecanduan media-sosial. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian survei. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X dan XI SMA pada salah satu sekolah di Surabaya. Pemilihan sampel penelitian menggunakan teknik random sampling diperoleh sampel sebanyak 112 responden. Hasil penelitan menunjukkan bahwa gambaran perilaku kecanduan media sosial berada pada kategori sangat tinggi sejumlah 4%, kategori tinggi 49%, kategori sedang 46% dan kategori rendah 2%. Dari hasil tersebut berdasarkan kelas dan jenis kelamin pada perilaku kecanduan media sosial masuk kategori sedang. Perlunya penanganan lebih lanjut oleh Guru BK bagi peserta didik yang berada pada kategori sangat tinggi, tinggi, dan sedang. Layanan yang dapat direkomendasikan untuk mengatasi perilaku kecanduan media sosial pada kategori sangat tinggi yaitu dapat diberikan layanan berupa konseling individu dengan teknik kontrak perilaku, sedangkan pada kategori tinggi dapat dilakukan konseling kelompok dengan menggunakan kontrak perilaku. Sehingga peserta didik dapat meningkatkan kontrol diri dan mengurangi perilaku kecanduan media sosial tersebut.
Copyrights © 2024