Artikel ini membahas integrasi aspek pendidikan kewarganegaraan dalam program pembelajaran emosional mandiri untuk meningkatkan kesadaran sosial siswa di SD Negeri. Pendidikan kewarganegaraan bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung jawab, sementara pembelajaran emosional mandiri membantu siswa mengembangkan kesadaran diri, regulasi emosi, dan keterampilan hubungan. Integrasi ini penting karena membantu siswa memahami nilai-nilai kewarganegaraan dan mengelola emosi mereka. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang nilai-nilai kewarganegaraan, kemampuan mempraktikkannya dalam situasi emosional, dan peningkatan empati terhadap orang lain. Faktor pendukung integrasi antara lain dukungan kepala sekolah dan guru, ketersediaan program terintegrasi, sumber daya pembelajaran, serta keterampilan dan pengetahuan guru. Tantangan integrasi meliputi keterbatasan waktu dan sumber daya, serta kesulitan dalam mengukur dampaknya. Dengan mengatasi tantangan tersebut, integrasi ini dapat berhasil meningkatkan kesadaran sosial siswa dan mempersiapkan mereka menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan peduli.
Copyrights © 2024