Indonesia menempati peringkatkedua sebagai negara yang menggemari mieinstant dengan 14,260 juta porsi, yangmengakibatkan menurunnya devisa negarakarena bahan baku yang berupa tepung impordan juga meningkatnya penderita penyakitmetabolisme. Sehingga penelitian ini bertujuanmembuat mie gluten-free yang lebihmenguntungkan dari bahan baku indigenousIndonesia : tepung sagu, tepung porang, dantepung garut, dengan metode ekstrusi yangbekerja dengan memberikan tekanan dandorongan sehingga akan menghasilkan bentukyang diinginkan, serta dikemas dalamkemasan ramah lingkungan, yang sesuaiStandar Nasional Indonesia (SNI). Dalampenelitian ini dibuat lima formula mie kering (F1-F5) dengaN substitusi tepung sagu, tepung garutdan tepung porang dengan mie yang dihasilkanberwarna putih sampai kecoklatan, rasa khastelur dengan tekstur yang kenyal. Dari hasiltersebu kemudian dilakukan uji evaluasi berupacooking time, elongasi, susut pengeringan danuji kesukaan panelis dengan pengolahan datahasil pengujian dengan analisis statistiSPSS.Berdasarkan hasil uji, dapat disimpulkanbahwa metode ekstrusi (teknologi ekstruder)dapat digunakan untuk membuat mie glutenfree yang dikemas dengan kemasanbiodegradable dengan formula F4 merupakanformula terbaik. Kata kunci : biodegradable, ekstrusi, Mie, glutenfree,
Copyrights © 2024