Cadangan devisa digunakan untuk melihat sejauh mana negara dapat melakukan perdagangan internasional dan untuk menyatakan kuat lemahnya fundamental perekonomian suatu negara. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis respon cadangan devisa Indonesia akibat shock nilai tukar, inflasi dan suku bunga setelah pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan bentuk data time series. Metode analisis data yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM) dengan aplikasi Eviews-12. Estimasi VECM jangka pendek mengungkap dua variabel signifikan, yaitu nilai tukar dan cadangan devisa pada lag pertama. Sebaliknya, estimasi VECM jangka panjang hanya mengungkap satu variabel signifikan, yaitu nilai tukar. Selain itu, temuan uji impulse response function menunjukkan reaksi variabel inflasi, suku bunga BI, dan faktor nilai tukar terhadap guncangan pada cadangan devisa adalah positif dan konsisten. Berbeda dengan variabel nilai tukar dan inflasi, temuan uji varians decomposition menunjukkan bahwa variabel suku bunga BI memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap cadangan devisa.
Copyrights © 2024