Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan budaya minoritas anti speaker di Desa Cibalung, Cijeruk, Kabupaten Bogor, yang dilihat dari pengaruh puritanisme Islam dan budaya lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi, penelitian ini akan menyelidiki proses terbentuknya kohesivitas masyarakat yang menolak penggunaan listrik dan alat elektronik seperti televisi, radio, dan handphone. Fokus utama penelitian adalah mengeksplorasi norma, pengetahuan, ajaran, dan nilai-nilai yang mempengaruhi pembentukan budaya baru ini, serta bagaimana proses tersebut berlangsung. Analisis akan didasarkan pada teori-teori relevan, termasuk teori kuasa Foucault, Habermas, dan Bourdieu, serta teori pengaruh sosial Herbert Kelman. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika pembentukan budaya minoritas dalam konteks modernisasi dan pengaruh ajaran agama.
Copyrights © 2024