Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Pada masa remaja diperlukan asupan gizi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang optimal. Beberapa faktor yang mempengaruhi status gizi adalah pengetahuan gizi dan asupan snack. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi dan asupan snack dengan status gizi pada siswa SMAN 2 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasional analitik dan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 68 siswa kelas XI SMAN 2 Surabaya yang diambil dengan cara simple random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kusioner pengetahuan gizi dan formulir food recall 2x24 jam, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Chi-Square dan uji lanjutan berupa uji statistik Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan snack (p=0,037) dengan status gizi. Namun, tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi (p=0,058) dengan status gizi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingginya asupan snack dapat meningkatkan risiko terjadinya status gizi lebih. Sebaiknya perlu diadakan kader kesehatan di sekolah untuk menggalakkan promosi kesehatan dan penyuluhan gizi pada siswa serta orang tua dapat memberikan bekal makanan pada anaknya agar lebih aman dan terjamin zat gizinya.
Copyrights © 2024