Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kegiatan menjaga kandungan yang masih dipertahankan oleh masyarakat serta dilaksanakeun secara turun-temurun dari generasi ke genarasi melalui tradisi. Selain itu, dalam kegiatan ini terdapat proses untuk membenarkan dan menetapkan posisi janin bayi ketika memasuki usia kandungan tujuh bulan, agar kelak bayi yang akan lahir tidak dalam keadaan posisi sungsang. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan 1) rangkaian kegiatan Tradisi Ngagedog, 2) properti dan bahan yang digunakan dalam Tradisi Ngagedog, 3) peran dan fungsi indung beurang dalam Tradisi Ngagedog, 4) unsur semiotik yang terdapat pada Tradisi Ngagedog. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu seluruh kegiatan Tradisi Ngagedog beserta para pelakunya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Ngagedog merupakan tradisi yang dilaksanakan untuk membenarkan dan menetapkan posisi janin bayi pada usia kandungan tujuh bulan. Tradisi ini hanya bisa dilaksanakan pada tanggal 7, 17, atau 27. Rangkaian kegiatan pada Tradisi Ngagedog disusun oleh pra kegiatan (membuat olahan rujak kanitren, menyiapkan properti kegiatan), inti kegiatan (doa hadiah, memijat, ngagedog, mandi ghoib, memecahkan telur, nyiraman, sawer, memecahkan kelapa, menutupi badan menggunakan sinjang,) dan pasca kegiatan(membagikan rujak kanitren dan membagikan benang beserta jarum). Properti yang digunakan dalam kegiatan ini sebanyak 26 properti di antaranya pisau, gangsoran, halu, lulumpang, sinjang tujuh lembar, dan sebagainya. Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini sebanyak 30 bahan di antaranya, delima, bengkuang, honje, gula pasir, dan sebagainya. Peran indung beurang dalam Tradisi Ngagedog sebagai orang yang memimpin berlangsungya kegiatan Tradisi Ngagedog, sedangkan fungsi indung beurang dalam Tradisi Ngagedog sebagai orang yang membenarkan dan menetapkan posisi janin bayi dalam kandungan. Unsur semiotik yang terdapat pada Tradisi Ngagedog yaitu ikon yang berjumlah 3, indeks yang berjumlah 8, dan simbol yang berjumlah 11.
Copyrights © 2024