Industri perbankan dipandang sebagai fondasi ekonomi yang sangat penting, memberikan dukungan bagi keberlanjutan dan ekspansi ekonomi, serta memiliki pengaruh yang signifikan dalam lanskap korporasi suatu negara. Namun demikian, kendala utama yang selalu dihadapi oleh industri perbankan adalah masalah kredit bermasalah. Kredit bermasalah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ukuran bank, modal, profitabilitas, dan efisiensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dampak dari variabel-variabel seperti ukuran perusahaan, modal, profitabilitas, dan efisiensi terhadap terjadinya kredit bermasalah dalam industri perbankan. Penelitian ini mempergunakan metodologi kuantitatif. Analisis ini mencakup semua perusahaan di sektor perbankan yang tercatat di BEI. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 200 titik data yang terdiri dari perusahaan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rentang waktu 2019 hingga 2023. Penelitian ini memanfaatkan berbagai teknik analisis data, seperti analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik (termasuk uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinieritas, dan uji autokorelasi), analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis (menggunakan uji F, dan uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan (Size), Permodalan (CAR), Profitabilitas (ROE), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) memiliki pengaruh simultan terhadap kredit bermasalah pada organisasi perbankan. Temuan menunjukkan bahwa ukuran perusahaan (Size), modal (CAR), dan biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap kredit bermasalah. Namun, profitabilitas (ROE) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kredit bermasalah.
Copyrights © 2024