Mahasiswa yang bekerja diharapkan mampu membagi waktu antara berkuliah dengan waktu pada saat bekerja. Namun hal ini tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan, dimana mahasiswa yang bekerja mengalami kendala-kendala pada manajemen waktu yang membuat mereka tidak nyaman. Kendala-kendala tersebut juga berdampak terhadap kondisi dari mahasiswa yang bekerja, dimana kondisi tersebut merupakan kondisi kelelahan akademik (academic burnout). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan manajemen waktu dan academic burnout mahasiswa Universitas Dhyana Pura yang bekerja. Manajemen waktu diukur dengan skala manajemen waktu mahasiswa yang bekerja. Academic burnout diukur dengan menggunakan skala academic burnout mahasiswa yang bekerja yang telah diuji kesahihan dan keajegannya. Sampel penelitian ini sebanyak 96 mahasiswa Universitas Dhyana Pura yang kuliah sambil bekerja. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai signifikansi (p) <0,01 dan untuk nilai koefisien korelasinya sebesar -0,621. Ini dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara manajemen waktu dan academic burnout dengan arah korelasi bersifat negatif.Semakin tinggi kemampuan manajemen waktu, maka akan semakin rendah tingkat academic burnout mahasiswa, begitu juga sebaliknya.
Copyrights © 2022