Penggunaan internet semakin merajalela semenjak adanya pandemi. Salah satunya adalah penggunaan smartphone atau telefon pintar yang memiliki akses terhadap internet. Hal ini memunculkan suatu fenomena yang disebut phubbing, kondisi dimana seseorang memilih untuk berinteraksi dengan smartphone dibandingkan dengan individu lain. Hal ini tentu menimbulkan dampak negatif sehingga dapat mengorbankan hubungan sosial, pekerjaan, studi, dan tugas penting lainnya. Salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab phubbing adalah penggunaan media sosial yang berlebihan. Penggunaan internet ini yang menjadi masalah atau tidak sehat ternyata juga diduga turut berperan, dan pada penelitian ini diangkat sebagai moderator. Penelitian ini melibatkan 391 partisipan dengan rentang usia 12-19 tahun. Metode yang digunakan penelitian adalah kuantitatif dengan non-probability sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Phubbing Scale, The Experiences in Close Relationships-Relationship Structure (ECR-RS) dan Social Media Addiction Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan gaya kelekatan tidak aman berperan terhadap phubbing dengan F hitung sebesar F hitung>F tabel (9.682>3.865), (p) < 0.001. Problematic Social Media Use (PSMU) juga telah menggambarkan bahwa adanya peran secara signifikan sebagai moderator dengan F hitung>F tabel (85.571>3.865), (p) < 0.001. Namun, hanya dimensi gaya kelekatan cemas yang ditemukan memiliki peranan pada phubbing, tidak dengan gaya kelekatan menghindar.
Copyrights © 2024