Perkembangan teknologi digital pada ditunjukkan dengan kebergaman fitur internet, khususnya media sosial. Saat ini, media sosial memiliki beragam manfaat mulai dari aspek komunikasi, hiburan, hingga pendidikan. Namun, tidak sedikit individu yang kurang bijak sehingga menjadikan media sosial sebagai media untuk menyerang atau mengujar kebencian yang dikenal sebagai cyberbullying. Perilaku cyberbullying merupakan bentuk agresi yang sengaja dilakukan berulang melalui media online. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi individu menjadi pelaku cyberbullying adalah tipe kepribadiannya. Kepribadian dark triad diperkirakan dapat mendorong terjadinya cyberbullying. Peneliti berasumsi kemungkinan individu machiavellianisme sebagai individu manipulatif, tidak segan menjatuhkan orang lain melalui dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kepribadian machiavellianisme dengan perilaku cyberbullying pada generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-experimental dengan teknik convenience sampling, melalui penyebaran kuesioner. Partisipan penelitian ini sebanyak 352 orang partisipan dengan rentang usia 17 - 27 tahun (M = 19.62) merupakan pengguna media sosial yang aktif dengan minimal pendidikan SMP. Penelitian ini menggunakan alat ukur, yaitu The Short Dark Triad (SD3) untuk mengukur machiavellianisme dan Cyberbullying Questionnaire (CBQ) untuk mengukur cyberbullying. Hasil penelitian menyatakan bahwa kepribadian machiavellianisme tidak memiliki hubungan signifikan dengan perilaku cyberbullying pada generasi Z dalam penelitian ini (r = 0.059, p > 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa individu dengan kepribadian machiavellianisme tinggi belum tentu melakukan perilaku cyberbullying.
Copyrights © 2024