Dalam industri peternakan, kemajuan teknologi memiliki peran kunci dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas terutama dalam proses penetasan telur. Pada umumnya, peternak rumahan masih menggunakan mesin penetas telur yang tidak otomatis. Untuk meningkatkan efisiensi dan hasil penetasan, muncul ide untuk mengembangkan sistem kelistrikan semi otomatis pada mesin penetas telur kapasitas 100 butir telur. Tujuan dari perancangan ini yaitu mengetahui sistem kelistrikan pada mesin penetas telur, mengetahui kebutuhan daya serta mengetahui perpindahan panas. Hasil rangkaian kelistrikan semua komponen bekerja sesuai dengan yang diharapkan. suhu efektif penetasan telur ayam kampung yaitu berada pada suhu 37 °C sampai 38 °C, kelembapan di angka 40 sampai 60 %. Kelistrikan mesin penetas telur ini membutuhkan daya listrik 56,2 watt, Energi listrik 1,3488 KWh. Perpindahan panas pada mesin penetas telur pada suhu 37 °C yaitu 642,7 watt per meter persegi kelvin dan pada suhu 38 °C yaitu 651,1 W/m² K.
Copyrights © 2024