Kebutuhan air untuk kepentingan lahan pertanian, semakin meningkat seiring peningkatan kebutuhan pangan penduduk. Apalagi, pangan pokok masyarakat Indonesia adalah beras, yang berasal dari tanaman padi, yang tergolong tanaman dengan kebutuhan air cenderung tinggi. Sehingga, pengaturan air irigasi untuk padi perlu dilakukan untuk peningkatan produksi. Namun, saat ini permasalahan kondisi irigasi sering terjadi akibat buruknya pengelolaan, pemeliharaan sistem saluran irigasi, serta adanya degradasi lingkungan hutan sekitar DAS. Oleh sebab itu, petani perlu melakukan pembayaran jasa lingkungan (PJL) air melalui metode willingness to pay (WTP) untuk pelaksanaan konservasi lingkungan air dan irigasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai rataan WTP dan total WTP petani di Desa Gudang Kecamatan Asembagus. Metode penentuan sample secara simple random sampling pada 30 orang petani sawah irigasi di Desa Gudang Kecamatan Asembagus. Analisa data menggunakan analisa EWTP dan TWTP dengan metode contingent valuation method (CVM). Hasil penelitian menunjukkan nilai rataan WTP sebesar 272.956/ha/MT dan total WTP yaitu sebesar Rp 24.020.151/ha/MT.
Copyrights © 2024