Penelitian ini bertujuan menunjukkan bagaimana realitas kemajemukan agama dan budaya di Indonesia tidak hanya menjadi ciri khas di mata dunia. Melainkan, juga menjadi sebuah sumber terciptanya masalah seperti tindakan intoleransi yang berujung pada konflik. Hal itu terbukti dengan banyak tercatat oleh sejarah konflik yang memakan korban jiwa akibat realitas kemajemukan tersebut. Berdasarkan hal itulah, tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatakan studi pustaka hendak mengimplementasikan nilai toleransi yang terkandung dalam Lukas 10:25-37 sebagai upaya pendidikan moderasi beragama. Temuan dari penelitian ini merupakan sebuah pedoman pedagogis tentang bagaimana hidup berdampingan dalam bingkai realitas kemajemukan agama dan budaya. Inti dari pedoman pedagogis ini adalah kasih yang tidak membeda-bedakan. Hal ini tentu akan membantu terciptanya kehidupan harmonis sebab selalu mengedepankan sikap menyahabati (toleransi) kepada agama-agama lain. Hal ini tentu sejalan dengan narasi moderasi beragama yang salah satu indikatornya mengedepankan sikap toleransi. Kehidupan yang damai itu akan membantu setiap orang untuk merasa aman dan mudah melihat masalah-masalah yang ada.
Copyrights © 2024