Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perspektif baru dalam membaca dan menganalisis Kristologi Joseph Ratzinger melalui perspektif model tandingan budaya Stephen B. Bevans. Dalam Menyusun tulisan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisa teks. Analisa teks merupakan salah satu metodologi dalam lingkup kajian penelitian kualitatif yang menitikberatkan pada analisis atau interpretasi bahan tertulis berdasarkan konteksnya. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kristologi Ratzinger bersifat “dialogis” karena bentuknya mengikuti firman Tuhan dan tanggapan manusia sepanjang sejarah. Ratzinger menegaskan bahwa penafsiran ilmiah harus mengakui bahwa pendekatan hermeneutika terhadap iman yang dikembangkan dengan baik sesuai teks dapat dipadukan dengan pendekatan hermeneutika historis-kritis. Ratzinger menolak upaya penafsiran yang tidak bergantung pada sejarah dan hanya menggunakan Alkitab sebagai sarana pemahaman spiritual. Yesus Kristus muncul dari tradisi Kitab Suci dan merupakan puncak dari wahyu Kitab Suci sehingga Dialah kunci penafsiran Kitab Suci. Yesus Kristus harus didekati dari Kitab Suci dan tradisi.
Copyrights © 2024