Perjamuan kudus merupakan suatu ritual yang sampai saat ini masih dilakukan oleh Gereja. Tidak hanya sampai disitu, dikalangan Gereja Perjamuan kudus dimaknai sebagai aktivitas yang didalamnya memiliki nilai kesakralan, hal ini tentunya berkaitan erat pada pemaknaan tentang Perjamuan Kudus. Sisa anggur yang digunakan dalam perjamuan Kudus, memiliki makna tersendiri bagi warga Jemaat di GTM Jemaat Pokko’ Klasis Mamullu. Tulisan ini berangkat dari latar belakang terjadinya praktek penggunaan sisa anggur perjamuan kudus yang digunakan majelis sebagai suatu alat penangkal ilmu hitam tentunya hal demikian penulis tertarik untuk meneliti. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menganalisis serta pengumpulan data dengan sejumlah informan. Berdasarkan hasil penelitian yang ada maka peneliti menyimpulkan bahwa, dalam penggunaan sisa anggur perjamuan kudus dipandang sekedar alat yang dipercaya memiliki kuasa dari Allah sendiri yang dapat menangkal ilmu hitam dan sebagai alat pelindung diri saat melakukan perjalanan sendirian di malam hari. Kuasa Tuhan yang bekerja didalamnya bukan kuasa lain manapun dan sisa anggur hanya sebagai alat saja.
Copyrights © 2024