Dismenorhea adalah nyeri menstruasi, sifat dan derajat rasa nyeri ini bervariasi. Mulai dari yang ringan sampai yang berat. Dampak dismenorhea yaitu penurunan minat terhadap aktivitas rutin, terjadi ketidak nyamanan saat belajar, bekerja, mudah marah, gangguan mood, sukar berkonsentrasi dan perubahan nafsu makan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan efektivitas abdominal stretching dengan kompres hangat terhadap intensitas dismenorhea. Jenis penelitian menggunakan Quasi eksperiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design dengan membagi 2 kelompok yaitu kelompok abdominal stretching dan kompres hangat. Tehnik sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 32 responden. Instrumen yang digunakan lembar observasi dan skala penilaian numeric (NRS). Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon dan Mann-Withney. Berdasarkan hasil uji wilcoxson ada pengaruh pemberian Abdominal stretching pada mahasiswi dengan hasil Ï Value 0,000 < α 0,05. Begitu pula pemberian tehnik kompres hangat ada pengaruh terhadap intensitas nyeri dengan hasil Ï Value 0,002 < α 0,05. Berdasarkan uji Man - Withney dengan hasil Ï Value 0,031 berarti ada perbedaan efektifitas antara pemberian abdominal streching dan kompres hangat terhadap intensitas dismenorhea. Abdominal streching lebih efektif dibandingkan dengan kompres hangat. Diharapkan kepada mahasiswi D.IV Kebidanan Universitas Kadiri untuk melakukan terapi abdominal stretching dan kompres hangat untuk mengatasi nyeri haid yang terjadi.
Copyrights © 2024