Tunarungu merupakan disabilitas dalam menangkap suara. Terdapat keterbatasan siswa tunarungu secara kognitif dalam berhitung di kelas 2 SD ditambah media pembelajaran terdahulu yang telah usang, sehingga memerlukan adanya perancangan media pembelajaran interaktif. Perancangan buku interaktif ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi. Metode analisis menggunakan analisis kebutuhan dan metode perancangan 5 phase of design dari Robin Landa. Media yang dihasilkan adalah buku interaktif sesuai dengan kebutuhan anak tunarungu dengan memadukan aspek visual dari karakter, tulisan angka, dan bahasa isyarat. Kata Kunci: Anak, Sekolah Dasar, Media Pembelajaran Interaktif, Tunarungu
Copyrights © 2023