Penelitian ini mengkaji minat masyarakat Muslim pada level menengah ke bawah dalam berinvestasi jangka panjang. Penelitian ini penting dilakukan mengingat bahwa masyarakat Muslim yang memiliki tingkat religiusitas yang tinggi, pada umumnya menyerahkan hidup sepenuhnya kepada takdir yang diberikan oleh Allah SWT kepada mereka, terutata hal-hal yang terkait rejeki dan kekayaan. Prinsip bahwa “rejeki tidak akan kemana” terbukti menjadi pegangan yang kuat bagi masyarakat Muslim dengan tingkat kesejahteraan menengah ke bawah, sehingga mempengaruhi keinginan dalam bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan, atau pun mengorbankan modal dalam bentuk penyertaan investasi jangka panjang. Sebanyak 74 responden yang dilibatkan dalam dalam penelitian ini, memilih menjalani hidup sesuai dengan rejeki yang telah ditentukan oleh Sang Maha Pencipta. Dalam arti bahwa mereka tidak tertarik menginvestasikan uang mereka untuk mendapatkan pendapatan lain di luar gaji atau upah kerja yang mereka sudah dapatkan secara rutin. Di sisi lain, responden juga memperlihatkan adanya ambigu dalam mengejar rejeki jangka pendek, di mana mereka memilih bekerja keras, yang menggunakan waktu dan tenaga lebih banyak untuk mendapatkan tambahan rejeki di luar pendapatan pokok mereka. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa faktor religiusitas masyarakat Muslim dengan tingkat kesejahteraan menengah ke bawah, masih sangat kuat membatasi ruang gerak mereka dalam mengembangkan aset dan kekayaan yang berimpak kepada peningkatkan kesejahteraan jangka panjang.Kata kunci: Tingkat kesejahteraan; investasi jangka panjang; religiusitas Islam
Copyrights © 2024