Penelitian ini bertujuan untuk menguji elemen-elemen yang memengaruhi kecenderungan seseorang untuk menjadi pemberi informasi (whistleblower), dengan religiusitas sebagai faktor moderasi. Responden terdiri dari 153 pegawai pemerintah di Kota dan Kabupaten Magelang, Indonesia, yang dipilih melalui metode convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keseriusan kecurangan, komitmen profesional, dan personal cost memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap niat untuk memberikan informasi sebagai whistleblower. Namun, intensitas moral dan reward tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap niat untuk menjadi whistleblower. Selanjutnya, diketahui bahwa variabel religiusitas tidak mampu memoderasi hubungan antara komitmen profesional dan personal cost dengan niat menjadi whistleblower.
Copyrights © 2024